Beranda / Seni Budaya / 2.500 Peserta Ikuti Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

2.500 Peserta Ikuti Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

Suasana konferensi pers persiapan kirab malam 1 Suro di dalam Pura Mangkunegaran

Dimedia.id – Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah akam menggelar kirab pusaka dalem dalam peringatan malam 1 Sura pada Selasa (16/6) pukul 20.00 WIB.

Kegiatan budaya tersebut akan dihadiri sebanyak 10.00 Orang tamu undangan dan dikuti 2.500 peserta.

Ketua penyelenggara kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, GRaj Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan kirab pusaka dalem dimulai star dari Pura Mangkunegaran-Ngarsopuro (Jalan Diponegoro)-Jalan Slamet Riyadi-Jalan Kartini-Jalan RM Said-Jalan Teuku Umar-Ngarsopuro (Jalan Diponegoro)-Pura Mangkunegaran.

Total ada 2.500 peserta yang ikut menjadi peserta kirab.

“Kirab 1 Sura bukan merupakan tontonan, dan bukan pula festival. 1 Sura adalah undangan untuk mulih (hadir), melepaskan dan menyambut tradisi adat Jawa,” kata Gusti Sura, sapaan akrabnya, Kamis (11/6).

Dia menegaskan peringatan malam 1 Sura ini Pura Mangkunegaran telah menyiapkan seluruh rangkaian sebagai satu kesatuan laku.

Mulai dari santap sore sebagai ungkapan syukur di Pracima Tuin, kirab pusaka dalem yang berjalan tapa bisu mengelilingi tembok luar Pura, semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng pada tengah malam, dan aktivitas meditasi di Pracima Tuin.

“1 Sura adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Waktu melepaskan yang telah lewat (Atita), hadir sepenuhnya di saat ini (Atiki) dan menyambut yang akan datang (Anagata),” kata dia.

Dia juga mengatakan, Pura Mangkunegaran mengundang 10.000 warga untuk hadir menyaksikan langsung prosesi kirab pusaka dalem malam 1 Sura.

“Masyarakat bisa berkumpul di halaman depan Pura Mangkunegaran atau Pemedan. Di tempat ini panitia akan menyediakan layar berukuran besar sehingga masyarakat bisa menyaksikan kirab malam 1 Sura secara langsung,” kata dia.

Dia menyebut yang membuat peringatan 1 Sura di Mangkunegaran unik dan lebih sakral dari tahun-tahun sebelumnya adalah rangkaian tirakatan sepanjang 24 jam yang berlangsung di tiga fase.

Mengenai cucuk lampah dan berapa jumlah pusaka yang dikirab, kata Gusti Sura, masih menunggu dawuh dalem dari KGPAA Mangkunegara X.

“Untuk pusaka yang keluar kita masih menunggu dawuh dari Kanjeng Gusti,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Gusti Sura, mengungkap rangkaian peringatan malam 1 Sura diakhiri dengan kegiatan meditasi pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini dimulai dengan Laku Catur Sembah sebagai ritual penyambutan fajar.

Kemudian dilanjutkan menulis kartu harapan dan ditutup dengan sesi Larasati (meditasi nafas dan harmoni berkolaborasi dengan Terigu Studio dan Bottlesmoker).

“Untuk keamanan dan pengalihan arus lalu lintas dikoordinasikan dengan pihak terkait,” pungasnya. (IM).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *